Senjata Paling Mematikan di Dunia dari Indonesia

Hutan hujan di Indonesia diperkirakan ada sekitar 1.148.400 kilometer luasnya. Kita adalah pemilik hutan hujan terbesar kedua setelah brazil. Jadi bayangkan bumi ini tanpa hutan kita.

Alasan Mengapa Negara Muslim Tidak Ada Yang Maju

Mengapa Tak Ada Satupun Negara Islam Yang Tergolong Negara Maju?. Pertanyaan yang cukup sensitif, terutama bagi kaum Muslimin.

Filsafat dari Ilmu (1)

Manusia terlahir dengan kesempurnaan yang berbeda dengan makhluk lainnya. Penyebab perbedaan itu adalah manusia diberi akal sehat yang berfungsi secara fleksibel.

7 Kitab Dasar yang Dipelajari di Pesantren

Dalam dunia pesantren, khususnya bagi pesantren salaf, kitab kuning bukanlah hal yang asing. Kitab kuning menjadi...

7 Tokoh Pemikir Hebat dari Jombang

Sebuah kota berjarak sekitar 80 km dari pusat Provinsi Jawa Timur memiliki permata indah yang tidak dapat dibeli oleh apapun. Melalui jasa-jasanya mampu melahirkan pemikiran dan gagasan berlian bagi kemajuan bangsa Indonesia sejak zaman pra kemerdekaan hingga saat ini.

Sunday, 22 March 2015

Kandungan Basmallah

http://faizainurrazi.blogspot.com/
Hal yang paling masyhur dikalangan ahli bahasa bahwa yang dimaksud “basmalah” itu ucapan “bismillahirrohmanirrohim”. Dan dimulainya al-Quranul Karim dengan ayat ini (basmalah) memberikan bimbingan kepada kita, hendaknya kita mengawali semua perbuatan dan perkataan kita dengan basmalah. Ada hadits shahih yang berbunyi:
كل أمرذى بال لايبدأ فيه ببسم الله االرحمن االرحيم فهو أبتر
Artinya:” Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan (membaca) bismillahirrohmanirrohim maka terputus (barokahnya)”. HR. Abu Daud
 Adapun ringkasan faedah membaca basmalah berdasarkan kitab Tafsir Ayat Ahkam sebagai berikut:
1.      Tabarruk (mencari  barokah) dengan menyebut nama Allah
2.      Mengagungkan Allah ‘azza wa jalla
3.      Mengusir syaitan, karena ia akan lari jika disebutkan nama Allah
4.      Menampakkan perbedaan dengan kaum musyrikin yang biasa membuka pekerjaan-pekerjaan mereka dengan menyebut nama-nama berhala yang mereka sembah
5.      Menimbulkan rasa aman bagi mereka yang merasa ketakutan dan kemudian membaca basmalah yang pengucapannya berhubungan dengan Allah SWT.
6.      Pengakuan (iqrar) atas ketuhanan Allah dalam hal ini menyimpan makna ketauhidan
7.      Dalam basmalah menyimpan kandungan dua nama-Nya, yaitu Allah dan ar-Rahman [1])
Perbedaan pendapat antara Imam Madzhab empat, yaitu:
a)      Imam Syafi’i berpendapat bahwa ia termasuk salah satu bagian dari surat al-Fatihah dan sekaligus ayat pertama dari setiap surat.
b)      Imam Malik berpendapat bahwa ia bukan bagian dari surat al-Fatihan dan bukan pula bagian dari masing-masing awal surat.
c)      Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa ia merupakan ayat yang berdiri sendiri dalam al-Quran yang diturunkan sebagai pemisah antar surat tetapi bukan termasuk bagian dari surat al-Fatihah.
Mengenai perbedaan-perbedaan tersebut dapat dilihat dipelbagai kitab tafsir yang menguraikan pendapat-pendapat diatas lebih rinci lagi dengan adanya dalil-dalil. Pada artikel kali ini, sebagai rujukan adalah kitab Tafsir Ayat Ahkam karangan syaikh As-Shobuni.


[1] Lihat: Ahkamul Quran, al-Jashash, 1:17

Friday, 13 March 2015

7 Tokoh Pemikir Hebat dari Jombang

http://faizainurrazi.blogspot.com/
Sebuah kota berjarak sekitar 80 km dari pusat Provinsi Jawa Timur memiliki permata indah yang tidak dapat dibeli oleh apapun. Melalui jasa-jasanya mampu melahirkan pemikiran dan gagasan berlian bagi kemajuan bangsa Indonesia sejak zaman pra kemerdekaan hingga saat ini. Sumbangsih dari jasa-jasanya inilah yang harus diteladani bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kota dengan julukan sebagai kota santri ini tidak dapat dihilangkan pesonanya meskipun dalam buku-buku sejarah jarang ada yang mengekspos dan mencantumkan nama-nama beliau. Bagaimanapun juga, pahlawan rakyat tetaplah pahlawan bagi rakyat meskipun tidak digembor-gemborkan tetap saja pahlawan bagi para pecintanya. Kota tersebut adalah kota Jombang, pusatnya kota ilmu pengetahuan khazanah islam khususnya pesantren. Berikut adalah tujuh tokoh kharismatik berasal dari kota Jombang.
1.      KH. M. Hasyim Asy’ari
Siapa yang tidak kenal dengan seorang ulama masyhur di Indonesia bahkan di wilayah Hijaz, beliau Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari. Mungkin banyak masyarakat kurang mengetahui bahwa orang pertama yang diberi mandat sebagai presiden pertama Indonesia oleh Pemerintah Jepang adalah beliau. Karena saking sayangnya beliau kepada para santri, beliau menolak tawaran itu dan lebih menyarankan Ir. Soekarno untuk menjadi presiden pertama. Jasa beliau sangatlah tak terhingga besarnya mulai dari pembentukan Ormas NU hingga fatwanya mengenai resolusi jihad. Tebuireng dan NU merupakan sedikit contoh dari sekian banyak jasanya hingga saat ini dapat dirasakan manfaat jasa dan pemikirannya oleh masyarakat luas. Banyak karangan-karangan beliau digunakan sebagai bahan penelitian diberbagai kampus di Indonesia. Karena jasanya dalam ikut serta mendirikan Negara Indonesia ini diangugerahi sebagai pahlawan nasional.

2.      KH. A. Wahab Chasbullah
Gelora kesemangatan Mbah Wahab (sapaan KH. A. Wahab Chasbullah) dalam mewujudkan kemakmuran bangsa Indonesia pada zaman kemerdekaan perlu dicontoh. Semangat tersebut diaplikasikan dalam aktif berorganisasi. Perjuangan beliau dalam mendirikan berbagai organisasi seperti Tashwirul Afkar, Nahdlatul Wathan, Syubbanul Wathan hingga Nahdlatul Ulama mampu membuahkan hasil. Berkat keaktifan ini, beliau merubah keadaan kaum tradisionalis menjadi masyarakat berilmu terbukti dengan munculnya madrasah diberbagai tempat. Beliau Kyai besar yang selalu dikagumi oleh masyarakat karena kesederhanaan dan kearifan dalam berbuat sekaligus karya yang hingga saat ini masih dapat dinikmati adalah berdirinya Ponpes Tambak Beras yang telah mencetak ribuan alumni dari pesantren ini.
3.      KH. Bisri Syansuri
Tegas dan berkomitmen merupakan ciri khas dari kyai pendiri Ponpes Denanyar Jombang dalam menyikapi berbagai ragam permasalahan mengenai fiqh. Beliau bersama KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Chasbullah mampu mendirikan salah satu organisasi islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama. Pemikiran mengenai kebijakan dalam berfiqh menjadikan kiblat bagi para kyai terkhusus bagi kalangan Nahdliyin. Jasanya bagi bangsa Indonesia sangatlah besar tercurah pada karya-karya beliau yang banyak mengomentari dan memperjelas masalah fiqh.

4.      KH. Romli Tamim
Wejangan atau nasehat dari beliau sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas. Seorang kyai dan juga mursyid Thoriqoh Qodariyah wa Naqsyabandiyah yang memiliki keunggulan dalam memberi doktrin-doktrin sufistik untuk menjadikan manusia sebagai insan kamil (manusia sempurna). Berkat jasa dan keikhlasan beliau dalam mengayomi masyarakat menjadikannya salah satu dari tiga guru sufi di Pulau Jawa bersama Abuya Dimyati Banten dan Syaikh Muslih Mranggen. Selain itu, beliau juga pendiri dari salah satu pesantren besar di Jombang, yaitu Darul Ulum (Rejoso, Peterongan)

5.      KH. A. Wahid Hasyim
Kyai muda dengan segudang presatasi mampu diraih oleh putra pertama dari KH. Hasyim Asy’ari. Pada umur sekitar 32 tahun, beliau mampu menjadi salah satu perumus kemerdekaan Indonesia dengan masuknya sebagai anggota Sembilan dan juga PPKI. Ilmu dan jasa yang dimilikinya sangatlah banyak untuk ukuran pemuda seumuran beliau. Pemikiran-pemikiran modern salah satunya dengan memasukan pelajaran umum dalam pesantren Tebuireng. Meskipun pada awalnya banyak kyai menentang pendapat itu, pada akhirnya memang benar bahwa pelajaran umum juga diperlukan bagi kalangan santri yang belajar di pesantren.

6.      KH. Abdurrahman Wahid
Presiden ke-4 yang pernah dimiliki bangsa Indonesia adalah KH. Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan nama Gus Dur. Seorang putra bangsa terbaik Indonesia terlahir dari kalangan pesantren yang mampu menyumbangkan pemikiran-pemikiran hebat. Salah satu pemikiran hebatnya adalah mengenai Pluralisme. Beliau dianugerahi pemikiran yang luar biasa cerdasnya sehingga banyak orang dengan pemikiran dibawahnya tidak memahami apa yang beliau maksud. Gus Dur adalah kyai dengan selera humor tinggi. Banyak orang tertawa ketika beliau berpidato ataupun sedang berdiskusi. Masyarakat luas sangat merindukan pemimpin seperti baliau karena sikap sederhana dan pembelaan beliau terhadap rakyat kecil tidak tanggung-tanggung.

7.      Emha Ainun Najib (Cak Nun)
Seorang budayawan dengan gaya dakwah memadukan antara berbagai macam kesenian mulai dari kesenian islami, modern hingga kesenian jawa dikolaborasikan dengan harmonisasi yang indah. Melalui media dakwah seperti itu mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kesenian sekaligus kebudayaan jawa yang beliau yakini akan menjadi pusat peradaban dunia. Pemikiran beliau mengenai pentingnya mencintai budaya bangsa tanpa harus membanding-bandingkan dengan negara lain mampu menambah kepercayaan diri masyarakat untuk selalu bangga akan kualitas bangsa Indonesia.
Demikianlah mengenai beberapa tokoh besar yang lahir di Jombang dengan menunjukkan kiprahnya mengabdi kepada masyarakat. Perlu dicontoh bagi para pemimpin-pemimpin saat ini bahwa pengabdian masyarakat secara tulus tanpa mengharapkan pundi-pundi uang menunjukan keikhlasan seseorang tersebut dalam mengabdi. Tidak akan berbuah apa-apa jika mengabdikan diri kepada masyarakat tanpa menghadirkan rasa tulus ikhlas disetiap langkahnya.

Tuesday, 10 March 2015

Peradaban Pesantren Membangun Karakter Bangsa

http://faizainurrazi.blogspot.com/
Ditengah mulai merosotnya nilai-nilai budaya timur yang telah lama diterapkan di Indonesia, pendidikan sebagai sarana pembentukan karakter pada saat ini memang sangat diperlukan. Karakter dalam membentuk moral tidak hanya memerlukan waktu sekian tahun saja, namun perlu waktu bertahun-tahun untuk menumbuhkan rasa pemantapan karakter moral yang diinginkan. Seperti pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan program pendidikan karakter. Perlu kita kritisi mengenai program tersebut, apakah pendidikan karakter hanya dilaksanakan di bangku sekolah saja atau program ini berlaku bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Pembahasan pertama, jika pendidikan karakter itu hanya dilaksanakan di bangku sekolah saja, tentu pendidikan tersebut paling lama ditempuh oleh anak bangsa Indonesia maksimal 12 tahun jika pendidikan di mulai semenjak SD hingga SMA. Setelah itu apakah pendidikan karakter itu selesai sampai itu saja. Perlu lebih diperdetail lagi, penerapan pendidikan di sekolah lebih rawan akan “ingin mencari nilai” bukan terpacu untuk memperoleh ilmu secara mendalam. Seandainya memang benar ada praktik mencari nilai saja, maka program pengembangan karakter bangsa telah gagal. Bukan malah menghasilkan moral berkualitas yang berprinsip pada keikhlasan namun malah menghasilkan moral berprinsip materiil. Karena pemikiran anak didik akan lebih mementingkan nilai daripada isi kandungan ilmu yang diajarkan oleh tenaga pengajar. Padahal yang diinginkan dari proses pendidikan ini adalah mampu menerapkan arti penting moralitas dalam kehidupan berbangsa dan menumbuhkan karakter luhur yang mulai luntur.
Pada pembahasan kedua, jika pendidikan karakter dilaksanakan hanya bagi civitas lembaga pendidikan, terus bagaimana dengan masyarakat luas yang tidak mengenyam pendidikan seperti di pendidikan formal. Pendidikan karakter ditujukan bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam memerangi rusaknya moral pada saat ini. Seharusnya pendidikan karakter jika merujuk pada tujuan diadakannya program tersebut harus menyeluruh diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya bagi masyarakat terpelajar saja. Maka daripada itu, pendidikan karakter  berlaku bagi seluruh warga Indonesia tanpa ada batas.
Diperlukan korelasi antar berbagai elemen pembentuk karakter, yaitu harus adanya persatuan antara pemerintah, tenaga pendidik, pelajar dan lingkungan. Tanpa keempat unsur, pendidikan karakter tidak akan terwujud guna mengembalikan karakter luhur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter yang paling setrategis adalah pada lembaga pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal. Perlu dipertegas lagi, bahwa harus adanya totalitas untuk mewujudkan impian bersama itu. Tidak hanya setengah-setengah, namun harus diterapkan secara global dan yang lebih penting lagi adalah pemberlakuan regulasi harus jelas dan tegas.
Salah satu lembaga pendidikan asli Indonesia yang selalu eksis sejak dulu hingga sekarang dalam pembentukan karakter adalah pesantren. Pesantren mampu menunjukan kegagahannya dalam mencetak generasi bangsa yang tidak hanya ahli ilmu agama saja namun juga mampu menerapkan berbagai ilmu yang telah dipelajari di dalam pesantren. Sebagai lembaga pendidikan tertua, pesantren tetap konsisten untuk selalu menghasilkan alumni berkualitas sesuai zaman.

Monday, 9 March 2015

Bersyukurlah, Dunia Akan Kau Genggam


http://faizainurrazi.blogspot.com/
Allah sudah menjamin bumi dan seisinya hanya untuk manusia, tetapi manusianya sendiri ragu akan kenikmatan yang telah dijamin
Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini diciptakan hanya untuk manusia sedangkan yang lainnya hanyalah menumpang pada manusia. Misalkan saja hewan dan tumbuhan. Hidupnya dua makhluk tersebut tidak lain juga untuk manusia. Kelihatannya tumbuhan dapat mencukupi kebutuhan hewan dan juga manusia. Tetapi setelah diperinci lagi, seperti jika ada suatu tumbuhan kemudian dimakan oleh hewan, akhir-akhirnya juga akan kembali pada kepentingan manusia. Semua ini membuktikan seluruh isi dunia hanya untuk kepentingan hidup manusia.
Dapat kita lihat pada surat Al-Baqarah ayat 29. Semuanya telah jelas bahwa terciptanya bumi dan seisinya ini membuktikan rasa sayang Allah kepada manusia. Apa yang diminta oleh manusia, Dia selalu memberikan. Namun kita terkadang lupa akan nikmat pemberian yang sangat istimewa itu. Allah sudah menjamin bumi dan seisinya hanya untuk manusia, tetapi manusianya sendiri ragu akan kenikmatan yang telah dijamin bahkan ada juga rasa bingung atas apa yang Allah berikan pada manusia. Misalkan saja telah ditetapkan rizki seseorang sekian, tetapi seseorang tersebut justru bingung bagaimana mencari rizki sekian itu. Ini jelas suatu tindakan yang salah besar. Rizki itu suatu takaran yang telah ditentukan oleh Yang Maha Kaya. Janganlah bingung bagaimana mendapatkannya. Pasti mendapat jika sudah menjadi jatahnya.
Besar kecilnya rizki merupakan ketentuan pasti dari Allah untuk mendukung kelangsungan hidup di dunia. Perlu dipertegas, rizki itu tidak hanya berupa financial saja. Segala sesuatu yang menjadikan kita merasa nyaman, tenang dan dapat mencukupi kebutuhan hidup itu juga dapat dimaknai sebagai rizki. Contoh remeh namun menyimpan filosofi yang mendalam salah satunya adalah rasa kantuk (sleepy). Coba kita bayangkan seandainya orang sedang berkendara motor tiba-tiba tertidur tanpa merasakan kantuk. Pasti akan menyusahkan diri kita sendiri bahkan orang lain. Rizki yang terasa sedikit itupun kita melalaikannya, apalagi  rizki yang melimpah. Perlu diperingat lagi, semakin banyak kita bersyukur semakin banyak pula nikmat yang diberikan. Sebaliknya jika kita ingkar terhadap nikmat pemberian itu, siksa Allah sangatlah pedih.
Hal yang dapat digaris bawahi dalam kajian ini adalah sikap syukur atas segala bentuk nikmat yang Allah berikan kepada kita. Tanpa adanya syukur, nikmat banyakpun tidak akan terasa apalagi nikmat di bawahnya. Orang tidak bersyukur akan terus menambah, menambah, dan terus menambah hasrat untuk mendapatkan nikmat yang lebih besar lagi. Karena dalam diri orang tersebut tidak pernah merasakan dan menikmati nikmatnya pemberian. Maka sia-sialah jaminan nikmat yang telah diberikan tersebut. Hanya orang bersyukurlah , dia mampu mengoptimalkan segala bentuk nikmat. Nikmat kecilpun akan terasa nikmat besar.
Dapat dipetik dari mutiara kata Ibn Al-Qoyyim,” Syukur adalah hati yang tetap cinta pada sang pemberi nikmat., anggota tubuh yang selalu menaatinya dan gerakan lidah yang selalu berdzikir dan menyanjungnya.” Jangan pernah merasa bahwa nikmat pemberian Allah itu sedikit. Jika kita beramsusi atau berfikiran nikmat itu kecil, Dia pun akan merasa tersakiti atas perilaku kita atau dalam kata lain jangan pernah mengecewakan Allah atas apa yang telah diberikan-Nya. Hanya rasa syukurlah, hidup kita di dunia ini akan terasa terpenuhi dan terlayani. Semoga kita digolongkan dalam golongan orang-orang yang bersyukur.

Sunday, 8 March 2015

Peradaban Pesantren (pernah) Menguasai Dunia

http://faizainurrazi.blogspot.com/
Terciptanya suatu peradaban tidak semudah membalikkan telapak tangan. Disana dibutuhkan berbagai komponen untuk saling melengkapi dan berhubungan. Komponen atau unsur yang ada di dalamnya tidak dapat saling dipisahkan maupun berdiri sendiri. Segala sesuatu butuh proses. Tidak ada di dunia ini untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi hanya dengan keinstanan semata.
Unsur pokok untuk menghasilkan peradaban yaitu perlu adanya sinergi antara tempat, manusia, dan waktu. Segalanya dapat dikatakan sebagai peradaban, jelas harus memiliki bukti. Bukti tersebut adalah dengan adanya tempat sebagai tempat berlangsungnya perdaban dengan berbagai macam sumber daya yang ada di dalamnya. Di dalam tempat tersebut harus terdapat manusia sebagai pelaku utama proses pembentukan peradaban. Keberhasilan tejadinya peradaban bergantung pada kualitas hidup manusia di dalamnya. Semakin maju dan kualitas ilmu yang baik dapat menunjang keberhasilan itu lebih maksimal. Dan sesuai yang telah dikatakan di atas tadi, bahwa suatu produk yang baik tidak dapat tercipta hanya dengan waktu sekejap. Panjangnya waktu akan menjadi pelengkap berbagai unsur terciptanya perdaban.
Dalam islam, kita pernah mengenal sejarah bahwa peradaban islam pernah menguasai dunia dan menjadi tempat rujukan berbagai negara yaitu pada zaman Dinasti Abbasiyah. Pada masa itu, islam berkembang sangat pesat sehingga memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas. Keberhasilan tersebut tidak lain  karena sumber daya manusia yang ada pada masa itu memiliki daya intelektualitas tinggi. Berbagai disiplin ilmu dapat kita temukan mulai dari ilmu agama, meliputi ilmu Al-quran, Al-Hadist, Fiqh, Tasawuf, tata bahasa (nahwu-shorof) dan lain-lain hingga ilmu umum berupa ilmu astronomi, matematika, kedokteran kimia dan lain-lain. Sehingga penguasaan ilmu sangatlah kompleks. Uniknya, pada waktu itu tidak ada perbedaan antara ilmu agama maupun umum. Semuanya berbaur dan berpadu dengan baik. Banyak ulama yang tidak hanya menguasai ilmu agama saja, tetapi juga ilmu umum, misalnya saja ar-Razi dan ibnu Sina. Beliau tidak hanya menonjol dalam bidang saintek saja, namu beliau juga pakar tafsir, teologi dan filsafat.
Namun kemegahan ilmu pengetahuan itu musnah ketika orang-orang kafir merampas segala kitab para ilmuwan tersebut yang disimpan dalam perpustakaan. Kemudian dibuang dan ada juga yang dibawa para perampas itu ke negara asalnya (Eropa). Sejak saat itu, islam mulai meredup karena sumber literasi untuk rujukan tidak ada lagi. Untungnya ada salah satu tempat yang terbebas dari peristiwa itu, yaitu Mesir. Sebagai pusat keilmuan, Mesir hingga saat ini mampu menunjukkan kekokohan peradaban keilmuwan disana. Terbukti masih ada tempat yang dituju orang dari berbagai negara untuk memperoleh ilmu agama. Tempat tersebut adalah Al-Azhar. Bahkan para santri (pelajar) dari Indonesia banyak menuntut ilmu di sana.
Ini membuktikan bahwa pendidikan salaf pada zaman dahulu mampu menciptakan peradaban islam yang mempesona. Berbagai ulama salaf seperti Imam Syafi’i, Imam Bukhori, Imam Ghozali, Ar-Razi, Ibnu Sina dapat kita pelajari pemkirannya dalam pendidikan salaf.  Pendidikan salaf pada saat ini sering kita sebut sebagai pesantren. Dapat kita analogikan, pesantren mampu menunjukkan pengaruhnya pada peradaban dunia. Seandainya perang dunia tidak pernah ada, maka pesantren Tebuireng, Tambak Beras, Denanyar, Darul Ulum, Lirboyo, Ploso, dll lebih tinggi grade atau posisinya dari pada Universitas Harvard, Oxford, Stanford, dll bahkan universitas-universitas tersebut tidak ada.
Maka dari itu, banggalah bagi kita semua sebagai warga NU yang basis pendidikannya terpusat pada pondok pesantren. Dengan melalui pesantren pula, pada 10 November 1945 civitas pesantren bergerak untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Jadi, tanpa pesantren Indonesia belum tentu mampu membangun peradaban.

Lahir untuk Diharapkan

Janganlah mengkerdilkan tuhan untuk mengatasi berbagai masalah
Suatu dimensi dengan  nuansa gelap, sepi, sunyi tanpa temanpun si dia merasa nyaman dengan keadaan  itu. Selama kurang lebih Sembilan bulan dia tetap bertahan sampai waktu yang telah ditentukan oleh Yang Maha Berkehendak . berbagai pihak memiliki harapan atas kelahiran ini. Si kecil menangis sekeras-kerasnya seakan-akan dia tak mau tinggal di dunia yang penuh dengan masalah ini. Dia lebih suka tinggal di dalam rahim sang ibu. Karena kehangatan kasih sayang bagai masalah-masalah hidup tak pernah dialaminya. Namun disisi lain banyak orang disekelilingnya malah tertawa, bahagia akan kelahirannya.
Itu hanya sepenggal gambaran munculnya kita di dunia ini. Semua orang tidak ingin berlarut-larut dalam  masalah yang selalu menghantui disetiap sudut kehidupan. Masalah itu selalu ada. Bukankah masalah yang dihadapi manusia itu hal wajar? Memang aneh jika manusia itu tidak pernah memilki masalah. Seandainya ada orang yang tidak memiliki masalah, mungkin dia itu seorang robot. Hidupnya selalu stagnan dan statis. Betapa membosankannya dunia ini jika hidup selalu monoton. Serasa tidak ada sensasi dan kehidupan dalam menjalani kehidupan yang ada.
Tidak pernah ada orang di dunia ini yang tidak pernah memiliki masalah dalam dirinya. Kita harus selektif juga terhadap masalah itu. Munculnya masalah harus kita jeli dalam menganalisis. Apakah masalah itu merupakan cobaan ataukah maslah itu datang karena perilaku dosa kita. Semisalkan semua itu adalah cobaan, maka jangan bersedih. Jalani aja apa yang ada. Tidak mungkin juga kan kita menghindar. Arungi saja luasnya samudra kehidupan ini sesuai arah angin yang bertiup. Jangan pernah menentang arah angin atau malah kita nanti akan terpental jika melawannya. Dengan arah angin itu, manfaatkanlah ia agar menjadi sesuatu berharga jual tinggi. Namun jika sebaliknya, masalah itu timbul karena banyaknya dosa kita. Segeralah taubat, perbanyak minta ampun pada-Nya. Yakinlah permintaan doa kita untuk mengampuni dosa-dosa diterima. Terkadang kita itu lupa dengan sifat pemaaf-Nya. Janganlah mengkerdilkan tuhan untuk mengatasi berbagai masalah. Percaya saja jika doa kita mampu mengatasai masalah yang kita hadapi.
Pada hakekatnya masalah ataupun cobaan itu merupakan rasa kasih sayangnya Allah SWT. kepada para hambanya. Kelihatannya pernyataan itu saling bernegasi. Namun tida jika kita jeli memaknai segala sesuatu dalam diri kita. Seperti halnya besi tua yang tidak memiliki manfaat apapun bagi orang yang memilikinya. Tetapi besi tua itu jika dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi, dicetak, kemudian dipukul-pukul hingga sesuai apa yang diinginkan, maka besi tua tadi akan menjadi pedang dengan nilai jual tinggi. Seperti itu juga masalah kehidupan kita. Tuhan memperlakukan kita dengan menurunkan cobaan itu karena Dia berharap kita menjadi sesuatu yang berkualitas tinggi. Jika kita mampu melewati semua rintangan itu dengan penuh kesabaran, derajat mulia siap menghiasi pada diri kita. Hidupnya kita ini untuk menjadi khalifah atau pengganti Allah SWT . di dunia dan diharapkan mampu menjadi makhluk yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup.

Sejarah Berdirinya OPI-TH Tebuireng Jombang

http://faizainurrazi.blogspot.com
Berawal dari pemikiran para santri senior itu,mereka  mempunyai  gagasan untuk mendirikan suatu organisasi sebagai tindak lanjut apa yang menjadi tujuan mereka, yaitu menampung para santri yang berasal dari daerah yang merupakan karesidenan kediri dan madiun ke dalam suatau wadah yang mereka namakan dengan “Organisasi Pelajar Islam Thoriqul Huda” atau sering disingkat dengan nama  OPI-TH  yang tepatnya pada tahun 1965 M.
 Tujuan Dasar Organisasi Pelajar Islam Thiriqul Huda
                Dengan didirikannya OPI-TH, maka para santri yang berasal dari Karisidenan Kediri dan Madiun dapat mempererat Ukhuwah Islamiyah-nya. OPI-TH mempuyai tujuan dasar diantaranya:
1.       Untuk mendidik anggotanya supaya menjadi generasi yang bertaqwakepada Allah SWT.
2.       Mendidik anggotanya supaya menjadi generasi yang berakhlaqul karimah
3.       Mendidik anggotanya supaya menjadi generasi yang bertanggung jawab.
Dengan adanya tujuan tersebut, kita sebagai anggota OPI-TH mempunyai tugas yang sangat berat untuk berusaha melaksanakan amanat dan tujuan yang telah disebutkan diatas, sehingga kita tinggal di Pondok Pesantren Tebuireng tidak menyia-nyiakan apa yang menjadi harapan orang tua, agama, masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
                Hal ini sesuai Firman Allah SWT, yang artinya “mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka ini dapat menjaga diri”. (QS. At-Taubah)

1.       Pelajaran Membaca dan Menulis Latin
2.       Pelajaran Bahasa Indonesia
3.       Pelajaran Ilmu Bumi Dan Menulis Sejarah
4.       Pelajaran Berhitung
Disamping materi pelajaran diatas, juga mempelajari ilmu kanuragan atau ilmu beladiri. Pada awalnya pembaharuan ini mengalami berbagai hambatan yang cukup berat, akan tetapi tidak sampai mempengaruhi perkembangan pondok pesantren.
Dengan demikian, perkembangan pesantren semakin lama semakin pesat perkembangannya. Sehingga tujuan utama santri Tebuireng memang hanya untuk mendalami ilmu diniyah-nya saja, namun sesuai dengan perkembangan zaman da n IPTEK yang semakin pesat mempengaruhi pemikiran para santri. Akibat dari hal tersebut banyak santri yang keluar pondok untuk mengikuti berbagai macam kegiatan diluar pondok.
Pada periode selanjutnya, KH. A Kholiq Hasyim sebagai pengasuh memberikan maklumat yang berisi bahwa “ Santri  hanya diperbolehkan mengikuti kegiatan diluar pondok yang bermanfaat dan bersifat positif yang dapat membantu perkembangan pemikiran para santri Pondok Pesantren Tebuireng”.
Akibatnya hal ini mendorong para santri senior untuk membicarakan masalah tersabut, tanpamengurangi motivasi dankegiatan belaja. Pada waktu itu Bapak Syamsuri Zain sebagai santri senior daerah Madiun, bapak Masturi dari Ngawi, dan Bapak Suwito dari Kertosono, mengadakan pertemuan untuk membicarakan pad adik santrinya yang mengikuti kegiatan di luar pondok, khususnya santri yang berasal dari Karisidena kediri dan Madiun. Alhamdulillah apa yang diupayakan oleh mereka berhasil untuk menampung dan mengatur para santri yang mengikuti kegiatan diluar pondok sehingga tidak mengurangi kagiatan dalam pondok.